Inode (Index Node), apa itu?
Linux dan Unix-like OS mempertahankan konsistensi dengan memperlakukan semuanya sebagai file (termasuk hardware). Keyboard, mouse, printer, monitor, hard disk, proses, bahkan direktori diperlakukan sebagai file di Linux. File biasa berisi data seperti teks, musik, video, dll. Selain isi data, terdapat beberapa data lainnya atau data selain konten (metadata) seperti ukuran, kepemilikan, izin, waktu, dll. Metadata atau data tentang file tersebut dikelola dengan struktur data yang dikenal sebagai inode (index node).
Inode adalah struktur data pada file-system unix yang mendeskripsikan suatu objek seperti file atau direktori. (wikipedia)
File dan Direktori pada linux (secara teknis tidak ada perbedaan nyata di antara mereka) pasti memiliki inode, jadi bisa dikatakan 1 file/direktori = 1 inode.
Cara menampilkan nomer index pada file linux dapat menggunakan ls -i, atau juga dengan command stat


Batasan/limit inode dalam sebuah sistem linux berbeda-beda, dapat di cek dengan perintah df -i

Pada linux saya, limit inodes nya adalah 1.835.008 dan terpakai 184.674 (11%). Jika inode penuh tapi disk masih kosong, sistem linux akan tetap mendeteksi bahwa disk space penuh, jika inode penuh, solusinya adalah dengan menghapus file-file yang tidak terpakai (file cache atau logs yang sudah lama).
