Pentingnya Hutan Hujan Tropis Bagi Kehidupan Makhluk Hidup di Bumi
Sebelum kami membahas pentingnya hutan hujan tropis bagi kehidupan, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu Hutan Hujan Tropis dan dimana saja hutan hujan tropis tersebar.

Apa itu Hutan Hujan Tropis?
Hutan hujan tropis merupakan hutan yang terletak di daerah tropis yang selalu diguyur hujan sepanjang hari. Hutan ini memiliki rentang waktu musim kering sangat pendek bahkan ada beberapa kawasan yang tidak pernah musim kering.
Tak heran muncul istilah everwett (selalu basah) atau evergreen (selalu hijau). Dengan tingkat kelembaban hutan rata-rata mencapai 80% atau lebih. Sedangkan menurut KBBI, hutan hujan tropis adalah hutan dengan keadaan iklim selalu basah, tanah kering di daratan dan selalu hijau.
Ciri-ciri hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis memiliki ciri & karakteristik berbeda dengan hutan lainnya. Jenis hutan ini terlihat hijau sepanjang tahun karena pengaruh kondisi iklim dan letak wilayahnya. Berikut beberapa ciri-ciri hutan hujan tropis pada umumnya :
- Curah hujan tinggi – Sepanjang tahun hutan ini selalu diguyur dengan hujan bahkan ketika kondisi yang ekstrim intensitasnya bisa naik hingga 10.000 mm per tahunnya.
- Memiliki banyak jenis pohon – Tempatnya berbagai macam jenis tanaman di hutan, mulai dari pepohonan yang membentuk lapisan tajuk, pohon menengah seperti tanaman merambat dan perdu, serta tanaman permukaan tanah seperti rumput dan lumut.
- Suhu stabil – Hutan hujan tropis memiliki suhu yang stabil, suhunya berkisar 20 – 34 Celsius.
- Terkena pancaran sinar matahari yang cukup – Hutan hujan tropis juga mendapatkan pancaran sinar matahari yang cukup meskipun memiliki nama hutan hujan, karena hutan hujan tropis terletak di garis lintang 5-10 ke utara dan selatan garis khatulistiwa sehingga mendapatkan penyinaran matahari secara penuh sepanjang tahun.
Sebaran hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis tersebar di wilayah-wilayah dengan iklim tropis. Sebaran hutan jenis ini di sekitar garis khatulistiwa yang membentang mulai dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, hingga sebagian kecil di Australia.
Terdapat tiga tipe hutan hujan tropis yang diwakili tiga blok besar. Setiap tipe memiliki keunikan ekosistem sendiri-sendiri. Hutan yang terletak di Amazon Amerika Selatan, Sungai Kongo di Afrika Tengah dan Asia Tenggara. Disamping itu, terdapat dua blok kecil yang memiliki keunikan sendiri berbeda dengan ketiga blok di atas, yakni Pulau Madagaskar dan Papua Nugini-Australia.
Mengapa hutan hujan tropis penting untuk dunia?
Hutan hujan memberikan layanan ekologis, termasuk menyimpan ratusan miliar ton karbon, melindungi dari banjir dan kekeringan, menstabilkan tanah, mempengaruhi pola curah hujan, dan menyediakan rumah bagi satwa liar dan penduduk asli. Hutan hujan juga merupakan sumber dari banyak produk yang bermanfaat di mana masyarakat lokal bergantung.
Fakta Hutan Hujan Tropis
- Keanekaragaman hayati: tingkat keanekaragaman hayati di hutan hujan tropis sangat tinggi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar setengah dari spesies darat Bumi hidup di hutan hujan.
- Layanan ekosistem: hutan tropis memproduksi oksigen atas 25-30 persen dari perputaran oksigen dunia dan menyimpan karbon sekitar 229-247 miliar ton karbon melalui fotosintesis.
- Iklim dan pola cuaca global: Hutan hujan juga memiliki peran dalam pola cuaca global. Sebagai contoh, para peneliti telah menunjukkan bahwa hutan di Amerika Selatan mempengaruhi curah hujan di Amerika Serikat, sementara hutan di Asia Tenggara memengaruhi pola hujan di Eropa tenggara dan Cina.
- Menjaga siklus air: peran hutan hujan adalah menambahkan proses air ke atmosfer lewat proses transpirasi (pelepasan air dari daun selama fotosintesis) yang menjaga kelembaban dunia. Di Amazon, 50-80 persen kelembaban terjadi karena siklus air ekosistem. Ketika hutan ditebang, sedikit kelembaban masuk ke atmosfer dan curah hujan menurun, kadang-kadang menyebabkan kekeringan.
- Melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi: Hutan hujan juga penting dalam mengurangi erosi tanah dengan menjangkarkan tanah dengan akarnya. Ketika pohon ditebang, tidak ada lagi yang bisa melindungi tanah, dan tanah dengan cepat tersapu oleh hujan. Di lereng bukit yang curam, hilangnya hutan dapat memicu tanah longsor.
Jadi kita sebagai makhluk hidup yang masih bisa merasakan manfaat hutan hujan tropis, maka kita harus melindungi serta melestari hutan hujan tropis bagi kehidupan makhluk selanjutnya agar tercipta ekosistem yang seimbang.
