Kimia

Waspada! Inilah Zat-zat Kimia Berbahaya Bagi Manusia yang Berdampak Fatal

Unsur-unsur dan senyawa kimia bisa menjadi manfaat sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit. tapi dibalik itu semua, ternyata ada beragam zat kimia yang sangat berbahaya jika terpapar olehnya.

https://image.freepik.com/free-photo/researcher-with-glass-laboratory-chemical-test-tubes-with-liquid_43284-1608.jpg

Penggunaannya yang sangat luas, untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Zat kimia memiliki fungsi dan manfaat yang baik jika paham dan tepat dalam menggunakannya. Namun, keberadaannya dapat membahayakan jika dalam jumlah yang banyak dan tidak tepat.

Lantas, zat kimia sehari-hari apa saja yang bisa menimbulkan bahaya? Berikut adalah daftar zat-zat kimia tersebut beserta penjelasannya:

1.  Ricin

Ricin merupakan bagian dari minyak jarak, ricin adalah zat protein beracun yang menimbulkan kerusakan pada ribosom, pembangun protein pada sel. Zat ricin bekerja dengan menghambat pernapasan dan menimbulkan infeksi pada organ tubuh.

Semakin banyak zat yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin cepat zat ricin membunuh. Ricin ini sebenarnya sudah populer digunakan di Amerika dan Rusia sebagai senjata kimia.

Sebagai racun, ricin pertama kali digunakan untuk menghukum mati pria bernama Georgi Markov, seorang pembangkang asal Bulgaria. Hukumannya dilakukan dengan cara menembakkan ricin ke tubuhnya, kemudian ia mati setelah tujuh hari penembakan tersebut.

2.  Botulinum Toxin

Zat yang satu ini berada di tingkatan yang cukup membahayakan. Bagaimana tidak, satu sendok makan Botulinum Toxin dipercaya dapat membunuh lebih dari 1 milyar manusia.

Racun Botulinum, yang juga dikenal sebagai Clostridium Botulinum, dikenal sebagai zat paling mematikan di dunia. Hanya 1 gram dari zat ini dapat membunuh 14.000 manusia jika ditelan atau 8,3 juta manusia apabila disuntikkan!

Zat tersebut juga bisa ditemukan dalam makanan tertentu. Namun baru bisa mematikan bila makanan tersebut dipanaskan lebih dari 100 derajat celcius. Botulinum dalam dosis yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengobati kejang otot dan keringat berlebihan dan melumpuhkan otot yang menyebabkan keriput. Bahkan, senyawa ini juga dijual secara komersial dan dimanfaatkan untuk kecantikan, yaitu botox.

3.  Sianida

Tahun 2016, media massa Indonesia sempat meramaikan pemberitaan tentang wafatnya seorang perempuan yang meninggal akibat meminum kopi mengandung sianida.

Kabar tersebut seakan menjadi suatu penegasan bahwa sianida merupakan zat beracun yang berbahaya dan mematikan. Zat sianida dapat membunuh meski hanya dalam dosis kecil.

Zat ini bekerja dengan cara mengikat zat besi dan menghambat peredaran oksigen dalam darah. Dampaknya, orang yang menghirup atau menelannya akan kejang, terkena serangan jantung, hingga meninggal.

Beberapa biji buah juga mengandung sianida dan sejumlah kecil hidrogen sianida ditemukan dalam asap knalpot kendaraan.

4.  Karbon Monoksida

Zat beracun yang bertebaran dimana-mana, Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar organik yang tidak sempurna, seperti batubara, diesel, kayu dan lain – lain. Ini adalah salah satu gas beracun utama yang ditemukan di dalam asap kendaraan.

Secara ilmiah, karbon monoksida bekerja dengan mengikat paru-paru dan hemoglobin darah. Semakin banyak hemoglobin yang terikat, jumlah oksigen dalam darah semakin berkurang. Dampaknya adalah terjadinya gangguan fungsi organ tubuh terutama paru-paru. Jelas saja, zat beracun ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat.

5.  Sarin

Zaman dahulu, zat sarin digunakan sebagai bahan senjata kimia untuk perang. Namun di tahun 1993 tidak ada lagi negara yang menggunakannya, setelah mendapat kecaman dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Sarin hanya membutuhkan waktu 1 sampai 10 menit sampai akhirnya dapat menghabisi nyawa sang korban.

Gejala pertama yang dialami setelah menghirup gas ini adalah mengeluarkan ingus dan merasa sakit di bagian dada yang selanjutnya membuat kita sulit untuk bernafas. Begitu terhirup, zat yang berbentuk gas ini dapat membuat mulut berbusa, koma, hingga mati.

Sarin pertama kali ditemukan pada 1938 di Wuppertal-Elberfeld, Jerman. Kemudian mereka mencoba untuk mengembangkan jenis pestisida ini namun ternyata lama kelamaan berubah menjadi racun yang mematikan.

Pada umumnya, zat-zat beracun tersebut sering diabaikan oleh masyarakat awam. Tidak hanya dampaknya, tetapi juga keberadaannya. Tentu saja itu sangat berbahaya, mengingat saat ini saja untuk mendapatkan udara bersih dengan kandungan oksigen yang dibutuhkan tubuh terasa sangat susah. Tidak jarang, kita merasa sesak ketika bernafas, apalagi jika ada bau-bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan kepekaan agar dapat segera bertindak begitu mengetahui adanya masalah pada udara lingkungan yang dihirup. Begitu juga dengan suatu waktu jika terjadi ketidaksengajaan, sehingga ada satu dari zat beracun di atas dapat terhirup dan masuk ke tubuh.